• Para Pekerja Migas Juga Butuh Training Soft Skill

    Para Pekerja Migas Juga Butuh Training Soft Skill

    Para Pekerja Migas Juga Butuh Training Soft Skill

    Ternyata Para Pekerja Migas Juga Butuh Training Soft Skill !!

    Para Pekerja Migas Juga Butuh Meningkatkan Soft Skill

    Minggu lalu saya menemani Direktur Transafe Indonesia, Mr. T. Dony Budidharma dalam acara Forum Komunikasi Lembaga Sertifikasi Profesi PPT Migas Cepu (LSP PPT Migas Cepu). Acara ini diadakan di salah satu hotel bintang 4 di Jakarta Pusat.

    Tujuan acara ini salah satunya adalah membahas bagaimana LSP PPT Migas Cepu akan mampu mendukung program pemerintah untuk sertifikasi kompetensi di bidang Migas secara wajib. Program sertifikasi kompetensi di bidang Migas secara wajib ini dituangkan melalui Permen ESDM No 5 Tahun 2015. Tentang Permen ini saya pernah tulis singkat di web HR Plasa.

    Di akhir acara selama 3 hari itu, PT. Transafe Dharma Persada (Transafe Indonesia) menandatangani hasil keputusan bersama Forum Komunikasi tersebut.

     

     

    Pekerja Migas Juga Butuh Training Soft Skill

    Penandatanganan Transafe Dharma Persada di Forum Komunikasi LSP PPT Migas Cepu

     

    Namun bukan itu yang menjadi sebab utama saya menulis artikel ini. Namun ada yang menarik di paparan materi salah satu pembicara / Key Note speaker di hari kedua.

    Bapak Muchtar Azis, Kasubdit Pengembangan & Harmonisasi Standar Kompetensi dalam materi paparannya berjudul “PENTINGNYA TENAGA KERJA YANG KOMPETEN DI SEKTOR MIGAS” menjelaskan dengan baik kompetensi teknis dan kompetensi non teknis yang harus dimiliki pekerja di sector Migas.

    Dari sisi teknisnya tentu salah satunya pasti tercantum dalam 35 SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) wajib bidang Migas yang tercantum dalam Permen ESDM No 5 Tahun 2015 yang sudah dibahas di atas.

    Namun dibahas juga sisi non teknis / Soft skill yang harus dimiliki berdasarkan tipologi kebutuhan tenaga kerja bidang Migas di masa mendatang. Ini menunjukkan bahwa Soft skill juga sudah dilirik oleh para pemangku kepentingan di negara ini sebagai hal penting untung menunjang daya saing tenaga kerja kita.

    Menurut Presentasi tersebut (Link Download presentasi ada di akhir artikel), kebutuhan Soft skill yang harus dimiliki Pekerja Migas antara lain:

    • Communication Skills
    • Interpersonal Skills
    • Problem Solving & Critical Thinking
    • Active Listening
    • Active Learning
    • Time Management Skills
    • Team Work
    • Flexibility & Adaptability

    Ini mengingatkan saya pada hasil penelitian World Economic Forum di bawah ini

     

    World Economic Forum Index - Transafe Indonesia

     

    Menurut World Economic Forum, Kebutuhan Soft Skill pekerja bergeser dari tahun 2015 yaitu

    • Complex Problem Solving
    • Coordinating With Others
    • People Management
    • Critical Thinking
    • Negotiation
    • Quality Control
    • Service Orientation
    • Judgment & Decision Making
    • Active Listening
    • Creativity

     

     

    Sedangkan kebutuhan Soft skill pekerja tahun 2020 adalah

    • Complex Problem Solving
    • Critical Thinking
    • Creativity
    • People Management
    • Coordinating With Others
    • Emotional Intelligence
    • Judgment & Decision Making
    • Service Orientation
    • Negotiation
    • Cognitive Flexibility

     

     

    Terlihat ada irisan di sana bukan?

    Pertama, Skill Problem Solving selalu ada di tiga hasil tersebut. Dengan kemampuan Problem Solving yang baik, maka diharapkan pekerja Migas dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan tingkat masalah yang lebih tinggi dan kompleks.

    Pada akhirnya, pekerja dengan Kemampuan memecahkan masalah yang baik dapat diberi peran dan tanggung jawab lebih besar. Tentu saja, paket dan remunerasi bakal lebih meningkat.

     

    Kedua, Communication skill menjadi yang pertama dalam paparan Pak Muchtar Azis. Ya, betul, Kemampuan berkomunikasi, bukan kemampuan berbahasa asing.

    Alasan nya kemungkinan besar karena Pemerintah Indonesia lewat Pertamina sedang berusaha mengambil alih kembali semua blok Migas yang habis masa kontraknya di Indonesia.

     

    blok migas yang habis-

    Data Blog Migas yang habis

     

     

    Bisa dilihat jika tak ada aral melintang maka 8 blok Migas akan mulai dikuasai Pertamina mulai akhir tahun ini.

    Oleh karena itu teknik berkomunikasi yang baik, bukan teknik berbahasa asing yang lebih dibutuhkan. Kenapa? Karena kalau sudah dinasionalisasi, kemungkinan besar jumlah expatriate di bidang tersebut akan berkurang.

    So, teknik berkomunikasi yang baik yang bisa menjadi daya saing pekerja migas di masa mendatang.

     

    Ketiga, Negotiation skill (Kemampuan bernegosiasi dengan baik) ada di kedua hasil World Economic Forum. Kemampuan Negosiasi ini bukan hanya untuk gaji. Negosiasi ini juga diperlukan dalam pekerjaan sehari hari. Mulai dari bernegosiasi kapan deadline suatu pekerjaan, bernegosiasi untuk multi pekerjaan, hingga bernegosiasi dengan departemen lain yang terkait dengan pekerjaan.

    Negotiation skill yang baik juga mendukung dalam complex problem solving yang dibutuhkan menurut World Economic Forum.

     

    Ternyata, dipahami atau tidak, ada kebutuhan Soft skill bagi pekerja di semua industri, termasuk di bidang Migas. Tentu paparan dari Pemerintah ini tidak main main. Pasti ada riset sebelumnya.

    Pasti ada masukan dari stakeholder bidang Migas seperti departemen terkait perusahaan-perusahaan Migas Besar dan kecil. Perusahaan nasional maupun internasional juga pasti memberikan kontribusi informasi dan masukan-masukan.

    Jadi, Pekerja bidang Migas akan lebih kompetitif jika memiliki skill kompetensi dan skill soft skill seperti yang disebutkan di atas.

     

    Efek Penurunan Harga minyak dunia

    Tapi kita tetap harus realistis dan tidak grubak grubuk memandang paparan ini.

     

    penurunan harga minyak dunia

    Tabel Penurunan Harga Minyak Dunia

    Kondisi ekonomi yang masih belum baik, harga minyak yang baru rebound, persiapan Pilpres dan berbagai kondisi makro dan mikro ekonomi membuat banyak perusahaan masih memfokuskan investasi peningkatan sumber daya manusianya kepada  pelatihan yang bersifat mandatory seperti sertifikasi kompetensi.

    Lalu bagaimana dengan pengembangan  soft skill yang telah dibahas di atas?

    Di situ program promo pelatihan seperti yang diadakan oleh TransWISH berupa Promo Training Oktober 2017 bisa menjadi solusi jawaban.

    Karena TransWISH Indonesia adalah bagian dari PT. Transafe Dharma Persada yang sudah berpengalaman di bidang Oil & Gas yang memiliki SKT Migas, hal ini membuat perusahaan di bidang Migas tidak perlu khawatir keabsahan perusahaan.

     

     

    Another Point of View

    Di sisi lain,

    Akan sulit jika pekerja hanya mengharapkan pelatihan dilakukan/diarrange oleh perusahaan. Pekerja harus juga meningkatkan kompetensi diri dan Soft skill trainingnya dengan inisiatif sendiri.

    Cari yang murah dan baik. Cari yang weekend. Cari yang sesuai dengan kebutuhan.

    Demikian sedikit sharing artikel dari saya

     

    Semoga Tenaga Kerja Indonesia bisa bersaing dengan tenaga tenaga local lainnya dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini.

     

    Luki Tantra

    Ketua Tempat Uji Kompetensi BNSP – Transafe Dharma Persada. Trainer Sertifikasi BNSP. Asesor BNSP.

     

    trainingfortrainer-transwishindonesia

     

     

    Sumber sumber

    • http://news.scoopasia.com/index.php/news/transafe_indonesia_participates_in_forum_komunikasi_lsp_ppt_migas_cepu_conf
    • http://transafeindonesi.prnews.io/31200-Transafe-Indonesia-Participates-Actively-in-LSP-PPT-Migas-Cepu-event.html
    • https://www.openpr.com/news/733545.html
    • https://www.prlog.org/12666228-transafe-indonesia-actively-participates-in-forum-komunikasi-lsp-ppt-migas-cepu-conference.html
    • https://www.pdfhost.net/index.php?Action=Download&File=de2b66e3c1c1efce33a7605f0e37f823
    • https://document.li/422c
    • https://www.pdf-archive.com/2017/09/25/paparan-kemenaker/